Pengunjung


Proposal Penelitian ~ Pengaruh Kewibawaan Guru Terhadap Hasil Prestasi Belajar Fiqih

• UnduhKlik di sini



PROPOSAL PENELITIAN

PENGARUH KEWIBAWAAN GURU TERHADAP
HASIL PRESTASI BELAJAR FIQIH SISWA KELAS X
MADRASAH ALIYAH NEGRI 01 BAE KUDUS
TAHUN PELAJARAN 2010/2011



Proposal Penelitian
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh beasiswa berprestasi akademik

 
Disusun oleh :
DWI SANTI SOFIANA
NIM : 076011523


UNIVERSITAS WAHID HASYIM
FAKULTAS TARBIYAH / PAI
TAHUN 2011


PROPOSAL PENELITIAN

NAMA  : DWI SANTI SOFIANA
NIM      : 076011523
PRODI  : PAI
JUDUL  : PENGARUH KEWIBAWAAN GURU TERHADAP HASIL PRESTASI BELAJAR FIQIH SISWA KELAS X MADRASAH ALIYAH NEGRI 01 BAE KUDUS TAHUN PELAJARAN 2010/2011

A. Latar belakang masalah
Guru adalah salah satu komponen dalam proses belajar mengajar yang secara potensial dan professional turut serta atau berperan dalam usaha pembentukan sumberdaya manusia, sama halnya dalam sisi jasmaniah maupun rohania. Guru juga dipandang sebagai salah satu unsur atau komponen terpenting dalam hal pemberdayaan manusia yang terkait dengan proses kependidikan. Dalam bidang kependidikan seorang guru harus berperan secara aktif dan menempatkan posisinya sebagai tenaga profesional sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang.1
Selain guru dituntut harus benar-benar profesional, sosok guru juga harus memiliki kepribadian yang luhur dan berwibawa. Karena dengan kepribadian luhur dan kewibawaan itu, seorang guru akan bisa menjadi sosok teladan yang baik bagi si anak didik. Keteladanan dalam pendidikan adalah sebuah metode yang diharapkan keberhasilannya dalam mempersiapkan dan membentuk moral sepiritual dan social anak. Hal ini adalah karena pendidikan merupakan contoh terbaik dalam pandangan anak yang akan ditirunya dalam tindak tanduknya dan tata santunnya. Selanjutnya disadari atau tidak bahkan hal tersebut akan terpatri dalam jiwa dan perasaannya mengenai gambaran seorang pendidik, yang tercermin dalam ucapan dan perbuatan baik secara materil maupun spiritual ( pada hal-hal non fisik ).2
Kewibawaan adalah hal yang sangatpenting yang harus dimiliki oleh seorang guru. Oleh karena itu kewibawaan bukan hanya mempunyai arti kesungguhan, suatu kekuatan ataupun suatu yang dapat memberikan kesan dan pengaruh, akan tetapi juga akan tercermin dari wujud carapandang dan wawasan yang luas.3 Kewibawaan ini hanya tercermin pada sosok yang memiliki kualitas dewasa baik secara jasmani maupun rohani. Kedewasaan jasmani terwujud pada puncak perkembangan jasmani yang optimal. Sedangkan kedewasaan rohani dapat dilihat dari cita-cita dan pandangan hidup yang tetap.4 Dengan demikian seorang guru harus harus seorang yang memiliki kualifikasi dewasa, baik jasmani maupun rohani.
Seorang guru harus bisa mengetahui keberadaan anak didiknya secara lahir maupun batin. Dalam hal proses belajar belajar karena belajar merupakan suatu proses untuk mengembangkan dan mendewasakan diri pada anak.5
Dari pendidikan itu sendiri muncul proses belajar yang merupakan perolehan informasi dan pendidikan baik melalui pendidikan formal maupun nonforma. Belajar bukanlah hanya sekedar menambah ilmu pengetahuan saja dan bukan hanya sekedar menambah ilmu pengetahuan saja dan bukan pula dilihat dari perbuatan yang terjadi pada suatu aspek melainkan belajar harus dari perubahan kelakuan pribadi secara menyeluruh. Belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang yang dinyatakan dalam cara-cara tingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan, tingkah laku yang baru itu misalnya dari yang tidak tau menjadi tau.6 Seorang guru harus mempunyai kewibawaan untuk dapat menguasai dan mempengaruhi orang lain melalui sikap dan tingkah laku yang mengandung kepemimpinan dan penuh daya tarik dan kewibawaan.7
Seorang guru selain juga harus mempunyai wibawa juga harus dapat menggunakan metode yang tepat supaya siswa dapat menerima pelajaran yang diajarkan oleh guru.
Merujuk pada permasalahan diatas , terkesan bahwa seorang guru harus benar-benar mencerminkan profesi gurunya secara profesional dan optima. Selain itu seorang guru harus mampu mengkemas keharmonisan antara dirinya dan anak didiknya seolah-olah menjadi satu kesatuan yang tak bisa di pisahkan. Kemampuan ini disebut sebagai kemampuan sosial guru di dalam berinteraksi dengan anak didiknya.
Dari keterangan di atas dapat di peroleh gambaran bahwa kewibawaan seorang guru dapat menggiring keberhasilan dalam kegiatan belajar mengajar yang akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk meneliti yang penulis susun dalam sebuah sekripsi dengan judul : PENGARUH KEWIBAWAAN GURU TERHADAP HASIL PRESTASI BELAJAR FIQIH SISWA KELAS X MADRASAH ALIYAH NEGRI 01 BAE KUDUS TAHUN PELAJARAN 2010/2011.

B. Alasan pemilihan judul
1. Untuk mengetahui apakah kewibawaan guru sangat penting bagi siswa.
2. Untuk mengetahui adanya pengaruh kewibawaan guru terhadap hasil prestasi belajar siswa.
3. Madrasah Aliyah negri 01 bae kudus sangat dekat dengan penelitian sehingga mudah untuk melakukan penelitiansehingga mudah untuk melakukan penelitian.

C. Telaah pustaka
Telaah pustaka dilaksanakan mencari bahan-bahan pustaka. Dalam hal ini bahan-bahan pustaka diperlukan sebagai ide untuk menggali pemikiran atau gagasan baru, sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi dari pengetahuan yang sudah ada, sehingga kerangka teori baru dapat dikembangkan atau sebagai dasar pemecahan masalah.
Penelitian yang dilakukan oleh saudari Ana Fitrian, Mahasiswi dari setain kudus jurusan tarbiyah prodi pendidikan agama islam yang meneliti kewibawaan guru terhadap hasil prestasi belajar siswa MA NU Hasyim Asy’ari 03 Honggo soco Kudus tahun pelajaran 2004/2005 yang mnyatakan adanya pengaruh yang signifikan antara kewibawaan guru terhadap hasil prestasi belajar siswa. Hal ini ditandai dengan penelitian 30 siswa yang hasil penilaiannya Rxy sebesar 0,484 para taraf signifikan 5% ( 0,365 ) dan 1% ( 0,463 )

D. Penegasan istilah
Untuk memperoleh gambar jelas tentang pengertian diatas, maka perlu adanya penjelasan dan penegasan tentang istilah-istulah yang ada pada judul tersebut adapun istilah-istilah yang akan dijelaskan dan ditegaskan dalam judul skripsi ini adalah:
1. Pengaruh
Adakah adanya gaya yang timbul dari suatun ( orong, benda ) yang ikut membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatan seseorang.8
2. Kewibawaan
Pembawaan untuk dapat menguasai dan mempengaruhi orang lain melalui sikap dan tingkah laku yang mengandung kepemimpinan dan pennuh daya tarik atau kewibawaan atau hal yang menyankut wibawa.9
3. Guru
Guru yaitu orang yang pekerjaannya ( mata pencahariannya, profesinya ) mengajar.10
4. Terhadap
Berkenaan dengan tentang, megenai, pimpinan perusahaan mengambil tindakan tegas.11
5. Hasil
Hasil yaitu sesuatu yang diadakan ( di buat, di sawah, tanah, ladang, hutan, dsb )12
6. Prestasi
Prestasi yaitu hasil yang telah dicapai ( dari yang telah dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya )13

E. Rumusan masalah
Dalam penelitian ini pokok permasalahan yang akan ditelaah dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Bagaimana kewibawaan guru Madrasah Aliyah Negeri 01 Bae Kudus Tahap Pelajaran 2010/2011
2. Bagaimanakah hasil prestasi belajar fiqih siswa kelas X Madrasah Aliyah Negri 01 Bae Kudus Tahun Pelajaran 2010/2011
3. Adakah hubungan antara kewibawaan guru terhadap hasil prestasi belajar fiqih siswa kelas X Madrasah Aliyah Negri 01 Bae Kudus Tahun Pelajaran 2010/2011.

F. Tujuan Penelitian
Setiap kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan terencana pasti mempunyai tujuan tertentu.
Tujuan merupakan arah dan fokus dari setiap kegiatan seseorang, tujuan merupakan faktor-faktor sangat penting dalam kegiatan manusia, sebab dengan adanya tujuan manusia dalam melaksanakan aktifitasnya akan semakin jelas dan terarah. Begitu juga dalam penelitian ini tentu saja tidak terlepas dari tujuan yang di harapkan.
Berpijak dalam permasalahan yang disebutkan di atas, maka tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini yaitu:
1. Untuk mengetahui bagaimana kewibawaan guru Madrasah Aliyah negri 01 bae kudus.
2. Untuk mengetahui bagaimana prestasi belajar fiqih kelas X Madrasah Aliyah negri 01 bae kudus.
3. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kewibawaan guru terhadap prestasi belajar fiqih kelas X Madrasah Aliyah negri 01 bae kudus.

G. Manfaat penelitian
Manfaat kegunaan penelitian yang penulis kemukakan dalam penelitian ini adalah:
a. Kegunaan teoritis
Apabila penelitian ini sampai pada tujuannya, di harapkan dapat memperkaya khasanah ilmu pengetahuan khususnya pada bidang pendidikan Agama Islam.
b. Kegunaan praktis
1. Dapat memberikan manfaat dan sumbangan terhadap sekolah yang diteliti.
2. dapat menjadi bahan pertimbangan dalam kegiatan peningkatan kualitas dan efektifitas pelaksanaan pendidikan Agama Islam di Madrasah Aliyah negri 01 bae kudus.
3. sebagai sarat untuk memperoleh gelar strata ( S.I ) di bidang Agama Islam.

H. Landasan Teori
1. Kewibawaan
a. Pengertian kewibawaan
Secara umum arti “wibawa” dan kewibawaan” memiliki konotas yang sama, yakin sama-sama bermuara pada pengertian yang satu saat ada dan bisa jadi hilang penyebutan “wibawa” dalam berbagai ungkapan sudah secara otomatis menyebut pula adanya “ kewibawaan” karena pengertian itu hanya bertumpu pada kerangka ( rumusan ) definitif ( ta’rifiah ), maka secara tegas akan diperjelas dalam ostilah bahwa wibawa / kewibawaan berarti pengaruh positif normatif yang akan diberikan kepada orang lain dengan tujuan agar yang bersangkutan dapat mengembangkan dirinya secara optimal mungkin.14
Unsur-unsur yang terkandung dalam ( sikap ) kewibawaan, yaitu :
1. Adanya pengaruh positif normative, misalnya pendidik mengajak peserta didik ( secara formal ) untuk dating tepat pada waktunya, maka pendidik juga harus tepat waktu, berarti menimbulkan kedisiplinan.
2. Tujuan, misalnya di dalam suatu proses pendidikan seorang pendidik harus mengetahui apa yang hendak di tuju dari suatu proses yang berlangsung dari proses pendidik tersebut.
3. Penerima pengaruh dari orang lain, misalnya sosok peserta didik ( siswa )
4. Pengembangan seoptimal mungkin, misalnya pengembangan pendidik secara optimal.15

Sedangkan tujuan kewibawaan yaitu membentuk citra diri seseorang yang membawa rasa segan, hormat dan senang bagi yang melihat atau yang bertatap muka. Dalam lingkungan pendidikan seorang guru yang berwibawa akan disegani dan dihormati oleh siswa di lingkungan sekolah, misalnya seorang murid akan selalu patuh dan tunduk dengan segala perintah guru ( yang mempunyai kewibawaan )
b. Macam-macam kewibawaan
Kewibawaan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu kewibawaan lahir dan batin.16
Kewibawaan lahir yaitu kewibawaan yang timbul karena kesan-kesan lahiriyah seseorang, seperti : bentuk tubuh yang tinggi besar, suara yang keras dan jelas, kesemuanya itu termasuk dalam cakupan kewibawaan lahir.
Sedangkan kewibawaan batin yaitu kewibawaan yang didukung oleh keadaan batin seseorang seperti :
1. Adanya rasa cinta ; kewibawaan itu dimiliki oleh seseorang apa bila hidupnya penuh kecintaan dengan atau kepada orang lain.
2. Adanya rasa demi kamu ; demi kamu adalah : sikap yang dapat dilukiskan sebagai suatu tindakan, perintah atau anjuran-anjuran bukan untuk kepentingan orang yang memerintah, tetapi untuk kepentingan orang yang diperintah, menganjurkan demi orang-orang menerima anjuran, melarang juga demi orang yang dilarang.
3. Adanya rasa kelebihan batin ; seorang guru yang menguasai bidang studi yang menjadi tanggungjawabnya, bisa berlaku adil dan obyektif, bijaksana, merupakan contoh-contoh yang dapat menimbulkan kewibawaan batin.
4. Adanya sikap ketaatan kepada norma ; menunjukkan bahwa dalam tingkah laku dia sebagai pendukung norma yang sungguh-sungguh selalu menepati janji yang pernah dibuat, disiplin dalam hal-hal yang telah digariskan.17

c. Faktor-faktor yang mempengaruhi kewibawaan
Pada dasarnya, faktor-faktor pembentuk kewibawaan ataupun kepribadian seseorang itu bertumpu pada dua faktor, yaitu : faktor internal (dari dalam diri) dan eksternal (dari luar diri).Yang termasuk dalam pengertian faktor internal adalah semua faktor yang terkait dengan diri, kepribadian, batin seseorang, seperti: penyabar, tenang, tidak mudah marah, penyantun, dan berakhlakul karimah.Sedangkan yang termasuk dalam pengertian faktor eksternal adalah semua faktor yang berasal dari luar diri seseorang, seperti: halnya faktor lingkungan, baik lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Menurut Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyat dalam bukunya ilmu pendidikan dengan mengambil sample kewibawaan seorang guru (pendidik), agar kewibawaan itu tidak goyah, tidak melemah, maka hendaklah selalu :
1) Bersedia memberi alasan; pendidik harus siap dengan alasan ketika melarang ataupun menyuruh peserta didik.
2) Bersikap demi kamu; pendidik harus selalu menunjukkan sikap demi kamu secara jelas dan dapat dengan mudah diketahui anak.
3) Bersikap sabar; pendidik harus selalu bersikap sabar ketika melihat kondisi siswa, maupun perihal siswa dalam belajar. Kendati demikian bukan berarti pendidik harus terlena dalam kesabaran tanpa menghiraukan keberhasilan siswa (peserta didik).Jelasnya adalah disamping pendidik harus memiliki sifat penyabar, di satu sisi pendidik harus juga memberikan sanksi terhadap siswa yang keterlaluan dan seterusnya.
4) Bersikap memberi kebebasan, pendidik harus memberikan kebebasan bagi siswa dengan pertimbangan anak didik lambat laun akan tumbuh menjadi sosok dewasa, oleh karenanya harus di berikan kebebasan .18

2. Guru
a. Pengertian guru
Secara mikro, guru berarti orang yang pekerjaan atau profesinya mengajar orang lain. Pengertian ini masih bersifat umum sehingga memungkinkan adanya inteprestasi lain. Pengertian mengajar artinya bukan berarti pekerjaan sehari-harinya mengajar akan tetapi bisa saja seorang kyai, pendeta di sebut pengajar (guru).Kata mengajar juga dapat di tafsirkan dengan menularkan pengetahuan dan kebudayaan kepada orang lain (bersifat kognitif).
Melatih keterampilan jasmani kepada orang lain,(bersifat psikomotorik) dan menanamkan nilai dan keyakinan kepada orang lain (bersifat afektif)19
b. Syarat-syarat untuk menjadi guru
Syarat-syarat untuk menjadi seorang guru, menurut pasal 3 dan 4 UU NO 12 tahun 1954 tentang dasar-dasar pendidikan dan pengajaran di sekolah untuk seluruh Indonesia. Sebagaimana di tulis oleh Ngalim Purwanto dalam bukunya ilmu pendidikan dan teoritis dan praktis bahwa syarat-syarat menjadi guru yang baik di antaranya yaitu :
a. Berijazah
b. Sehat jasmani dan rohani
c. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berkelakuan baik
d. Bertanggung jawab
e. Berjiwa Nasional

Selain kualifikasi tersebut diatas, Zakiah Drajat dalam buku metodologi pengajaran Agama Islam mengenai kualifikasi seorang guru harus punya kepribadian.Lebih-lebih guru agama; seorang guru Agama harus memiliki kepribadian yang sesuai dengan ajaran islam.20
3. Prestasi belajar
a. Pengertian Prestasi belajar
Prestasi belajar menurut Nawawi ( dalam Andreas Teguh Raharjo ), adalah tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah di nyatakan dalam bentuk skor yang di peroleh dari hasil tes mengenai sejumlah mata pelajaran tertentu.
Sedangkan menurut Syaifudin Azwar prestasi belajar adalah salah satu sumber informasi terpenting untuk mengambil keputusan pendidikan yang diperoleh dari tes prestasi belajar, yang biasanya dinyatakan dalam bentuk nilai individual.
Menurut Sumardi Suryabrata, faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar adalah:
a. Faktor eksternal ( faktor yang berasal dari luar ) meliputi:
1. faktor sosial
2. faktor non sosial
b. faktor internal ( faktor yang berasal dari dalam ) meliputi:
1. faktor fisiologis
2. faktor psikologis.21
Pada umumnya prestasi belajar terhadap suatu mata pelajaran, terutama di sekolah tingkat dasar dan menengah, di representasikan dalam bentuk nilai kuantitatif dengan skala 10 atau skala 100, artinya, nilai peserta didik akan di ukur berdasarkan kemampuannya mulai dari 0 sampai 10 atau dari 0 sampai 100, dengan Asumsi semakin tinggi nilai Kuantitatif berarti semakin tinggi kualitas hasil belajar peserta didik.

b. Hasil prestasi belajar siswa
Hasil prestasi belajar siswa dapat di lihat dari nilai raport siswa yang sebelumnya telah melalui beberapa tahapan penilaian yang terdiri dari:
1. tes Esai, yang berupa uraian bebas.
2. tes Obyektif, yang berupa isian dan pilihan.
3. tes Lisan, yang berupa tes secara lisan kepada siswa.
4. tes Observasi, yang berupa analisa guru terhadap sikap siswanya.

I. Hipotesis
Hipotesis yaitu pernyataan yang masih lemah kebenarannya dan masih perlu di butuhkan kenyataannya.22 Atau lebih jelasnya di katakan “ sebagai jawaban yang masih bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian.23 Dengan demikian hipotesis mempunyai fungsi sebagai arah dan pedoman bagi suatu penelitian agar tidak menyimpang dari jenis yang telah direncanaka.
Berkaitan dengan hal yang telah kami uraikan di atas, maka dapat di tarik sebuah jawaban sementara terhadap penelitian ( hipotesis ). Kaitan dengan penulisan ini, penulis mengajukan hipotesa: ada pengaruh positif antara kewibawaan guru terhadap hasil prestasi belajar fiqih siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri 01 BAE Kudus.

J. Metode penelitian
1. Jenis penelitian
Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu pendekatan yang menekankan analisis pada data-data numerical ( angka ) yang di olah dengan metode statistik.

2. Sumber data
a. Data primer
Data yang diperoleh langsung dari subyek penelitian dengan menggunakan alat pengukuran atau alat pengambilan data langsung pada subyek sebagai sumber informasi yang dicari.24
b. Data sekunder
Data sekunder data yang diperoleh lewat pihak lain, tidak langsung di peroleh peneliti dari subyek penelitiannya. Data sekunder biasanya berwujud data dokumentasi atau data laporan yang telah tersedia.
3. Populasi dan sempel
Populasi yaitu keseluruhan individu yang di ambil dari populasi untuk mewakilinya.25
Menurut Suharsimi Arikunto dalam bukunya” prosedur penelitian” sempel diambil 10 – 15% atau 20 – 25% atau lebih dari itu.26 Selain itu sampel adalah sebagian individu yang di selidiki.27
4. variabel
Dalam penelitian ini terdiri dari 2 variabel yaitu: kewibawaan guru sebagai variabel bebas dan prestasi belajar fiqih sebagai variabel terikat.
a. Kewibawaan guru sebagai variabel bebas ( X ) dengan indikator sebagai berikut:
1) karakter guru
2) sikap dan peran guru
3) Stabilitas Emosional guru
b. Prestasi belajar fiqih sebagai variabel terikat ( Y ) dengan indikator sebagai berikut:
1. Disiplin belajar
2. Disiplin mentaati tata tertib
3. Nilai raport harian
5. Metode pengumpulan data
Dalam penelitian ini pengumpulan data akan dilaksanakan dengan menggunakan metode sebagai berikut:
a. Metode Observasi
Observasi yaitu pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena yang di selidiki.28
Dalam melakukan observasi ini di kumpulkan data dengan mengamati secara langsung keadaan di Madrasah Aliyah Negeri 01 BAE Kudus yang ada kaitannya dengan kegiatan penelitian.
b. Metode wawancara
Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara si penanya dengan si penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang di namakan interview guide ( pedoman wawancara ).29. peneliti dapat mewawancarai guru, kepala sekolah, siswa.
c. Metode angket atau quesioner
Angket yaitu teknik pengumpulan data dengan memberikan pertanyaan tertulis untuk di isi oleh responden dengan pertanyaan tertulis yang akan digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan individualnya atau hal-hal yang ia ketahui.30
d. Metode dokumentasi
Metode yang digunakan untuk mencari data mengenai data atau hal yang berupa catatan.31 sedangkan metode dokumentasi menurut Arikunto yaitu: mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, raport, lager, agenda dan sebagainya.32
Teknik ini penulis gunakan untuk meneliti bahan-bahan dokumentasi untuk mendapatkan data-data tentang situasi umum Madrasah Aliyah Negeri 01 BAE Kudus, yang meliputi: sejarah berdirinya, letak geografisnya, keadaan siswa, sarana dan prasarananya, keadaan guru dan karyawannya, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar di sekolah tertentu.
Maka metode dokumentasi ini digunakan untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan obyek studi, khususnya keadaan populasi dan daftar nilai ( prestasi belajar ) fiqih dalam raport atau DKN (Daftar Kumpulan Nilai ).

6. Metode analisa data
Analisa data adalah proses penyusun data agar data tersebut dapat di tafsirkan, menyusun data berarti menggolongkannya ke dalam berbagai pola, tema atau kategori, tafsiran atau interprestasi artinya mencari hubungan antara berbagai konsep.33
Setelah data terkumpul, selanjutnya adalah di analisa dengan menggunakan teknik analisa data statistik, adapun tahapan analisanya serta rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :
a. Analisa data
Dalam hal ini yang di lakukan adalah memasukkan hasil pengolahan data yakni menyusun tabel-tabel distribusi frekuensi sederhana untuk setiap variabel yang terdapat di dalam penelitian. Sedangkan angket melalui kegiatan seorang pada tiap-tiap item responden dengan menggunakan patokan sebagai berikut :
1. Alternatif jawaban a maka nilainya 4
2. Alternatif jawaban b maka nilainya 3
3. Alternatif jawaban c maka nilainya 2
4. Alternatif jawaban d maka nilainya 1

b. Analisis uji hipotesis
Analisis uji hipotesis adalah analisis yang di lakukan dengan memasukkan nilai-nilai hasil kerja koefisien korelasi antara variabel kewibawaan guru (x) dan prestasi belajar fiqih (y) ke dalam rumus korelasi product moment, yaitu :

Keterangan :
rxy = Koefisien korelasi antara variable x dan y
xy = Perkalian antara x dan y
x = Variable kewibawaan guru
y = Variabel prestasi belajar fiqih
N = Jumlah sample yang diteliti
∑ = Jumlah keseluruhan 25

c. Analisis lanjutan
Setelah diperoleh hasil dari koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y atau diperoleh nilai r, maka langkah berikutnya adalah menghubungkan antara nilai r ( hasil koefisien korelasi ) di peroleh sama atau lebih besar pada nilai “ r ” yang ada dalam tabel. Maka hasil yang di peroleh adalah signifikan yang berarti hipotesis di terima. Apabila nilai “ r ” yang ada dalam tabe. Maka hasil yang di peroleh adalah non signifikan. Hipotesisnya di kotak .
K. Sistematika penulisan skripsi
Untuk mempermudah dalam memahami masalah-masalah yang akan di bahas, maka penulis menyusun sistematika sebagai berikut:
1. Bagian muka
Bagian ini terdiri dari halaman judul, halaman nota pembimbing, halaman pengesahan, halaman persembahan, halaman motto, halaman kata pengantar dan daftar isi.
2. Bagian isi
Bab I : Pendahuluan
Berisi latar belakang masalah, penegasan istilah, rumusan masalah, tujuan penelitian, hipotesis, metode penelitian dan sistematika penulisan skripsi.
Bab II : Landasan teori
Berisi pengertian kewibawaan, tujuan kewibawaan, macam-macam kewibawaan. Hasil prestasi belajar fiqih meliputi: pengertian, tujuan, prestasi belajar fiqih, peran fiqih.
Bab III : Penyajian data
Berisi keadaan umum meliputi kajian historis, letak geografis, struktur organisasi, kedaan guru, siswa dan karyawan, sarana dan prasarana, profil kewibawaan guru dan prestasi belajar fiqih.
Bab IV : Analisa data
Berisi data tentang pengaruh kewibawaan guru terhadap hasil prestasi belajar fiqih di Madrasah Aliyah Negeri 01 Bae Kudus terdiri dari analisis pendahuluan, analisis uji hipotesis dan analisis lanjut.
Bab V : Penutup
Berisi tentang kesimpulan, saran dan penutup

3. Bagian akhir
Bagian akhir penulisan skripsi ini berisi tentang daftar pustaka dan lampiran-lampiran.


                                                                                Semarang, Desember 2010
Mengetahui
Dosen Pembimbing                                                   Mahasiswa



_______________                                                  Dwi Santi Sofiana
                                                                                NIM. 076011523

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar